Berat Aktual dan Berat Volume pada AirAsia Kargo
Jakarta – Saat mengirim barang melalui AirAsia Kargo, berat menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan biaya pengiriman. Namun, penyedia cargo tidak selalu menggunakan berat yang terlihat pada timbangan.
Selain berat aktual, pengiriman cargo udara juga dapat menggunakan berat volume atau volumetric weight. Perhitungan ini mempertimbangkan ukuran paket karena barang yang ringan tetapi berukuran besar dapat menggunakan ruang pesawat dalam jumlah cukup banyak.
Karena itu, memahami perbedaan berat aktual dan berat volume membantu Anda memperkirakan kebutuhan pengiriman dengan lebih tepat.
Apa Itu Berat Aktual?
Berat aktual merupakan berat asli barang yang petugas ukur menggunakan timbangan.
Sebagai contoh, Anda memiliki satu koli dengan berat:
Berat aktual = 20 kg
Artinya, timbangan menunjukkan angka 20 kg setelah petugas menimbang barang beserta kemasan sesuai ketentuan pengiriman.
Semakin berat barang, semakin besar pula kebutuhan kapasitas angkutnya. Namun, berat aktual bukan satu-satunya faktor yang perlu Anda perhatikan saat mengirim barang melalui cargo udara.
Apa Itu Berat Volume?
Berat volume atau volumetric weight menghitung berat berdasarkan ukuran fisik barang.
Perhitungan ini penting untuk barang yang memiliki ukuran besar tetapi bobot relatif ringan. Contohnya adalah pakaian, bantal, styrofoam, produk plastik, atau barang lain yang membutuhkan ruang cukup besar di dalam pesawat.
Secara umum, industri air freight menggunakan rumus:
Berat Volume = Panjang × Lebar × Tinggi ÷ Faktor Volume
Untuk air freight, faktor 6.000 merupakan standar yang banyak digunakan. Namun, setiap maskapai atau layanan cargo dapat menerapkan ketentuan yang berbeda. Karena itu, pengirim sebaiknya mengonfirmasi faktor volume yang berlaku untuk pengiriman AirAsia Kargo sebelum menghitung tarif.
Contoh Perhitungan Berat Volume AirAsia Kargo
Misalnya Anda memiliki satu koli dengan ukuran:
- Panjang: 100 cm
- Lebar: 60 cm
- Tinggi: 50 cm
- Berat aktual: 30 kg
Jika menggunakan faktor volume 6.000, perhitungannya menjadi:
100 × 60 × 50 ÷ 6.000 = 50 kg
Dengan demikian:
- Berat aktual: 30 kg
- Berat volume: 50 kg
Berat volume menghasilkan angka yang lebih besar. Karena itu, angka tersebut dapat menjadi dasar chargeable weight sesuai ketentuan tarif cargo yang berlaku.
Apa Itu Chargeable Weight?
Chargeable weight merupakan berat yang menjadi dasar perhitungan tarif pengiriman.
Dalam praktik air freight, penyedia cargo umumnya membandingkan berat aktual dengan berat volume. Nilai yang lebih tinggi kemudian menjadi dasar perhitungan biaya.
Contohnya:
Berat aktual = 30 kg
Berat volume = 50 kg
Maka:
Chargeable weight = 50 kg
Sebaliknya, jika berat aktual mencapai 60 kg sedangkan berat volume hanya 50 kg, maka:
Chargeable weight = 60 kg
Dengan cara tersebut, perhitungan tarif dapat mempertimbangkan bobot sekaligus ruang yang digunakan barang.
Mengapa Air Cargo Menggunakan Berat Volume?
Pesawat memiliki kapasitas ruang yang terbatas. Barang yang sangat ringan tetapi berukuran besar tetap menggunakan ruang yang sama dengan barang lain.
Bayangkan sebuah paket berisi produk plastik ringan. Beratnya mungkin hanya 10 kg. Namun, kemasannya bisa memenuhi ruang yang cukup besar.
Jika penyedia cargo hanya menggunakan berat timbangan, barang tersebut akan mendapatkan tarif berdasarkan 10 kg meskipun membutuhkan ruang jauh lebih besar.
Karena itu, perhitungan berat volume membantu penyedia cargo menyesuaikan tarif dengan kapasitas ruang yang digunakan.
Perbedaan Berat Aktual dan Berat Volume
Berikut perbedaan keduanya:
| Berat Aktual | Berat Volume |
|---|---|
| Mengacu pada berat sebenarnya | Mengacu pada ukuran barang |
| Petugas mengukurnya menggunakan timbangan | Petugas menghitungnya berdasarkan dimensi |
| Cocok menggambarkan bobot barang | Cocok menggambarkan ruang yang digunakan |
| Tidak bergantung pada ukuran selama bobot sama | Dipengaruhi panjang, lebar, dan tinggi |
| Cocok untuk barang padat dan berat | Penting untuk barang ringan dan berukuran besar |
Jadi, barang dengan bobot tinggi biasanya lebih dipengaruhi berat aktual. Sebaliknya, barang ringan dengan ukuran besar dapat menghasilkan berat volume yang lebih tinggi.
Contoh Perbandingan Berat Aktual dan Berat Volume
Mari gunakan tiga contoh sederhana.
Contoh 1: Barang Padat
Ukuran barang:
50 × 40 × 30 cm
Berat aktual:
15 kg
Jika menggunakan faktor 6.000:
50 × 40 × 30 ÷ 6.000 = 10 kg
Hasilnya:
- Berat aktual: 15 kg
- Berat volume: 10 kg
- Chargeable weight: 15 kg
Dalam contoh ini, berat aktual lebih tinggi.
Contoh 2: Barang Ringan dan Besar
Ukuran barang:
100 × 60 × 50 cm
Berat aktual:
30 kg
Perhitungan:
100 × 60 × 50 ÷ 6.000 = 50 kg
Hasilnya:
- Berat aktual: 30 kg
- Berat volume: 50 kg
- Chargeable weight: 50 kg
Pada contoh ini, ukuran barang menghasilkan berat volume yang lebih tinggi.
Contoh 3: Barang Berat
Ukuran barang:
80 × 60 × 50 cm
Berat aktual:
50 kg
Perhitungan:
80 × 60 × 50 ÷ 6.000 = 40 kg
Hasilnya:
- Berat aktual: 50 kg
- Berat volume: 40 kg
- Chargeable weight: 50 kg
Dalam kondisi tersebut, berat aktual menjadi dasar perhitungan.
Bagaimana Cara Mengurangi Berat Volume?
Jika berat volume terlalu tinggi, Anda dapat mengevaluasi kembali ukuran kemasan.
Gunakan Kemasan yang Efisien
Hindari penggunaan kardus yang terlalu besar. Pilih ukuran kemasan yang cukup untuk melindungi barang tanpa menyisakan ruang berlebihan.
Kurangi Ruang Kosong
Ruang kosong di dalam kardus dapat membuat dimensi kemasan semakin besar. Gunakan material pelindung secukupnya agar barang tetap aman tanpa memperbesar ukuran paket secara berlebihan.
Ukur Setelah Packing
Jangan hanya mengukur barang sebelum packing. Ukur dimensi akhir setelah proses packing selesai karena ukuran tersebut yang dapat digunakan dalam perhitungan cargo.
Gabungkan Barang Jika Memungkinkan
Untuk pengiriman beberapa barang, pengaturan packing yang lebih efisien dapat membantu mengurangi ruang yang terpakai. Namun, pastikan metode tersebut tetap memenuhi standar keamanan dan handling cargo.
Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Mengirim AirAsia Kargo?
Sebelum meminta tarif, siapkan informasi berikut:
- Kota asal
- Kota tujuan
- Jenis barang
- Jumlah koli
- Berat setiap koli
- Panjang setiap koli
- Lebar setiap koli
- Tinggi setiap koli
- Jenis kemasan
- Informasi khusus jika barang membutuhkan penanganan tertentu
Data tersebut membantu pihak cargo memberikan perhitungan yang lebih akurat.
Selain itu, jangan hanya memberikan berat aktual. Cantumkan juga dimensi barang setelah packing agar pihak cargo dapat mengecek kemungkinan penggunaan berat volume.
Jangan Samakan Cargo dengan Bagasi AirAsia
Perhitungan cargo berbeda dengan aturan bagasi pesawat AirAsia.
Untuk bagasi, AirAsia menetapkan batas berat dan ukuran tertentu. Informasi resmi AirAsia saat ini menyebutkan batas maksimum setiap bagasi tercatat sebesar 32 kg, sedangkan total jatah bagasi dapat mencapai 60 kg tergantung produk dan rute yang tersedia.
Sementara itu, air cargo menggunakan mekanisme pengiriman barang yang berbeda. Karena itu, pengirim perlu mengikuti ketentuan cargo yang berlaku pada rute dan layanan yang dipilih.
Kesimpulan
Berat aktual dan berat volume menjadi dua hal penting dalam pengiriman AirAsia Kargo.
Berat aktual menunjukkan bobot barang berdasarkan timbangan. Sebaliknya, berat volume memperhitungkan ukuran barang untuk mengetahui seberapa besar ruang yang digunakan selama pengangkutan.
Pihak ekspedisi cargo kemudian dapat membandingkan kedua nilai tersebut untuk menentukan chargeable weight sesuai ketentuan layanan yang berlaku.
Karena faktor pembagi berat volume dapat berbeda menurut layanan, rute, atau carrier, selalu konfirmasi rumus dan tarif terbaru sebelum melakukan pengiriman. Dengan mengetahui berat aktual, dimensi, dan berat volume sejak awal, Anda dapat memperkirakan biaya cargo udara dengan lebih akurat.




