Tips Menghemat Biaya Pengiriman dengan Layanan Port to Port
Jakarta – Biaya pengiriman menjadi salah satu pertimbangan penting bagi perusahaan maupun individu yang rutin melakukan distribusi barang. Salah satu cara untuk mengoptimalkan biaya logistik adalah menggunakan layanan port to port, yaitu pengiriman barang dari terminal cargo di bandara asal menuju terminal cargo di bandara tujuan.
Dengan sistem ini, pengirim dan penerima dapat mengatur sendiri transportasi menuju dan dari bandara sehingga biaya pengiriman dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Apa Itu Layanan Port to Port?
Port to port merupakan layanan pengiriman barang yang berfokus pada proses transportasi dari satu terminal cargo ke terminal cargo lainnya.
Dalam pengiriman melalui jalur udara, alurnya dapat digambarkan sebagai:
Bandara Asal → Proses Cargo → Pesawat → Bandara Tujuan → Pengambilan Barang
Karena tidak selalu mencakup layanan pickup dan delivery, port to port dapat menjadi pilihan bagi pengirim yang ingin mengatur sebagian proses logistik secara mandiri.
1. Bandingkan Tarif dari Beberapa Penyedia Cargo
Sebelum melakukan pengiriman, lakukan perbandingan tarif dari beberapa penyedia jasa cargo.
Jangan hanya membandingkan harga per kilogram. Perhatikan juga:
- Minimum charge
- Biaya handling
- Biaya administrasi
- Surcharge
- Biaya tambahan untuk barang tertentu
- Biaya packing
- Biaya lainnya yang mungkin berlaku
Dengan membandingkan total biaya, perusahaan dapat memilih layanan yang paling sesuai dengan kebutuhan.
2. Pastikan Berat dan Dimensi Barang Akurat
Kesalahan informasi berat atau dimensi dapat menyebabkan perbedaan perhitungan biaya.
Cargo udara dapat menggunakan berat aktual atau berat volume (volumetric weight) sesuai ketentuan yang berlaku. Oleh karena itu, pastikan barang ditimbang dan diukur sebelum booking.
Kemasan yang terlalu besar tetapi memiliki berat ringan juga dapat membuat biaya pengiriman menjadi lebih tinggi.
3. Optimalkan Kemasan
Gunakan kemasan yang aman tetapi tetap efisien dari sisi ukuran.
Hindari penggunaan kemasan yang terlalu besar apabila tidak diperlukan. Ukuran kemasan yang lebih efisien dapat membantu mengurangi volume barang dan berpotensi menekan biaya berdasarkan berat volume.
Namun, jangan mengurangi perlindungan barang hanya untuk mengejar biaya yang lebih murah.
4. Konsolidasikan Pengiriman
Jika memungkinkan, gabungkan beberapa barang dalam satu pengiriman.
Konsolidasi dapat membantu perusahaan mengoptimalkan biaya, terutama apabila terdapat beberapa barang yang memiliki tujuan dan jadwal pengiriman yang sama.
Daripada melakukan banyak pengiriman kecil secara terpisah, pengiriman yang lebih terencana dapat membantu mengoptimalkan penggunaan minimum charge dan biaya administrasi.
5. Manfaatkan Transportasi Internal
Salah satu keuntungan port to port adalah pengirim dan penerima dapat mengatur transportasi menuju atau dari bandara secara mandiri.
Jika perusahaan sudah memiliki kendaraan operasional atau vendor transportasi di kota asal dan tujuan, manfaatkan fasilitas tersebut untuk mengurangi kebutuhan layanan pickup atau delivery tambahan.
6. Pilih Jadwal Pengiriman dengan Tepat
Tidak semua pengiriman harus dilakukan pada waktu yang sama.
Untuk barang yang tidak terlalu mendesak, perusahaan dapat menyesuaikan jadwal pengiriman dengan penerbangan dan kapasitas cargo yang tersedia.
Perencanaan lebih awal juga dapat membantu menghindari kebutuhan pengiriman mendadak yang berpotensi menimbulkan biaya tambahan.
7. Pilih Jenis Layanan Sesuai Kebutuhan
Tidak semua barang membutuhkan layanan premium atau pengiriman paling cepat.
Jika barang tidak bersifat urgent, pertimbangkan layanan dengan biaya yang lebih efisien sesuai jadwal yang tersedia.
Sebaliknya, untuk barang yang sangat membutuhkan kecepatan, biaya tambahan mungkin sebanding dengan manfaat yang diperoleh.
8. Gunakan Packing yang Sesuai Jenis Barang
Packing yang tepat dapat mengurangi risiko kerusakan selama proses handling.
Barang yang rusak dapat menimbulkan biaya tambahan, seperti penggantian barang, pengiriman ulang, atau kerugian operasional.
Karena itu, penghematan biaya bukan hanya mengenai mencari tarif paling murah, tetapi juga mengurangi risiko biaya tidak terduga selama proses distribusi.
9. Siapkan Dokumen dari Awal
Pastikan seluruh dokumen yang dibutuhkan telah tersedia sebelum barang diserahkan ke cargo.
Dokumen yang lengkap membantu mengurangi potensi keterlambatan dalam proses administrasi, terutama untuk barang yang memiliki persyaratan khusus.
10. Buat Jadwal Pengiriman Rutin
Bagi perusahaan yang melakukan pengiriman secara rutin, buat jadwal distribusi berdasarkan kebutuhan stok dan operasional.
Dengan perencanaan yang lebih teratur, perusahaan dapat menggabungkan pengiriman, memilih jadwal yang sesuai, serta melakukan evaluasi biaya logistik secara berkala.
11. Evaluasi Total Biaya Logistik
Jangan menilai efisiensi hanya berdasarkan tarif cargo per kilogram.
Hitung keseluruhan biaya:
Biaya Cargo + Packing + Transportasi ke Bandara + Biaya di Tujuan + Biaya Tambahan
Dari perhitungan tersebut, perusahaan dapat mengetahui apakah port to port benar-benar lebih ekonomis dibandingkan layanan door to door.
Kapan Port to Port Lebih Menguntungkan?
Port to port dapat menjadi pilihan yang menarik apabila pengirim dan penerima memiliki akses transportasi sendiri di masing-masing kota.
Contohnya, perusahaan memiliki gudang di Jakarta dan cabang di Makassar. Barang dapat dibawa menggunakan armada perusahaan ke terminal cargo di Jakarta, dikirim melalui pesawat ke Makassar, kemudian diambil menggunakan kendaraan perusahaan di bandara tujuan.
Dengan sistem tersebut, perusahaan dapat mengontrol bagian transportasi darat sekaligus menggunakan cargo udara untuk perjalanan antarpulau.
Kesimpulan
Menghemat biaya pengiriman melalui layanan port to port bukan hanya dengan mencari tarif cargo yang paling murah. Efisiensi dapat dicapai melalui perencanaan pengiriman, optimasi kemasan, pengaturan berat dan dimensi, konsolidasi barang, pemanfaatan armada internal, serta pemilihan jadwal dan layanan yang sesuai.
Dengan perencanaan logistik yang baik, layanan port to port dapat menjadi solusi pengiriman yang fleksibel dan membantu perusahaan mengoptimalkan biaya distribusi antarkota maupun antarpulau.




